CARA BUDIDAYA KOL BRUSSEL SPROUT ( KOL MINI )

Budidaya Kol Brussel Sprout (Kol Mini)

Untuk mampu sukses budidaya kol brussel sprout (kol mini) butuh memperhatikan berbagai hal, antara lain; keadaan lingkungan tempat tumbuh, varietas, teknik budidaya. Dengan perawatan serta pemeliharaan yg tepat, nantinya diinginkan akan diperoleh kol dengan desain krop yg sempurna. Kol yg hanya berdiameter 4 cm ini terbukti sayuran ekslusif yg harganya "wow" bagi tidak sedikit masyarakat Indonesia.
russel alias brussel sprout (Brassica oleraceae var. gemmivera) hanya terdapat di pasar swalayan tertentu saja. Sayuran ekslusif ini menyasar kalangan menengah ke atas. Petani lokal yg mengusahakan sayuran ini tetap sangat minim. Sebagian besar yg terkesan di pasar-pasar swalayan adalah impor. Petani yg menanam kol mungil ini tetap tidak jarang mengalami kegagalan.

Kendala yg tidak jarang dialami oleh petani yaitu suhu berfluktuatif yg tidak jarang tinggi mengakibatkan tanaman ini tidak mau membentuk krop. Juga keadaan tanah yg tidak lebih subur juga menyebabkan kegagalan. Penanganan tanaman semacam layaknya kol biasa tidaklah cukup, butuh tidak sedikit perlakuan-perlakuan khusus agar tanaman mampu tumbuh dengan baik.

Persyaratan tempat tumbuh
Kol mungil ini bersumber dari kawasan berikilm subtropis jadi memerlukan lingkungan tempat tumbuh yg dingin serta sejuk. Untuk mampu tumbuh baik, tanaman ini butuh temperatur malam hari tidak lebih dari 18,3 derajat Celcius. Oleh sebab itu, di wilayah tropis semacam di Indonesia, ia baru mampu ditanam di dataran tinggi (lebih dari 1.000 m dpl). Sayura ini menghendaki curah hujan tinggi, tapi tidak tahan genangan air. Oleh sebab itu, struktur tanah wajib mempunyai sistem drainase serta aerasi yg baik. Tanah bertekstur kompak, subur dengan kandungan bahan organik tinggi, ber-pH agak masam (pH optimum 6,5).

Pembuatan semaian
Lakukan persemaian dengan teknis yg benar agar hasilnya optimal. Gunakan wadah polibag, baki alias bedeng untuk menyemaikan biji-biji kol. Media yg digunakan untuk menyemai yaitu campuran tanah, pasir serta kompos alias pupuk sangkar yg telah matang dengan rasio 1:1:1.

Benih kol direndam terlebih dahulu ke dalam air panas selagi 30 menit dengan suhu 50 derajat Celcius. Perendaman ini dimaksudkan untuk mencegah dari agresi Xanthomonas campestris, mempercepat perkecambahan. Benih mampu juga direndam ke dalam larutan atonik. Selanjutnya, benih-benih ditanam dengan dibenamkan ke media sedalam 1 cm serta selanjutnya ditutup dengan media tanam.

Jaga kelembaban media semai dengan tutorial selalu disiram setiap hari. Saat penyiraman, perbuat dengan hati-hati jangan hingga media tanam terbongkar jadi mengusik benih-benih yg sedang dalam proses berkecambah.

Tempat persemaian wajib terlindungi dari terpaan angin besar maupun guyuran air hujan. Gunakan atap plastik sebagai naungan. Dalam waktu 7-12 hari, benih-benih telah berkecambah. Pada umur satu minggu, kecambah wajib dijarangi dengan jarak 5-7 cm agar bibit tidak tumbuh kurus serta lemah kondisinya. Bibit baru siap dipindah ke lahan penanaman seusai bibit berusia 4-6 minggu alias telah mencapai ketingggian 10-15 cm.

Pengolahan tanah
Sosok tanaman kol brussel sprout mirip tongkat jadi sedapat mungkin dipilih lokasi penanaman yg terlindungi dari terpaan angin besar. Tanah yg akan ditanami bibit kol wajib diolah terlebih dahulu. Lakukan pencangkulan tanah untuk membalikan tanah serta menggemburkan tanah. Biarkan tanah yg sehabis dicangkul terkena sinar matahari langsung. Tujuannya, bibit-bibit hama penyakit yg terkandung di dalam tanah mampu mati. Tanah juga wajib bersih dari gulma serta bebatuan yg mampu mengganggu perkembangan tanaman.

Bila pengolahan tanah telah selesai, langkah selanjutnya tinggal membikin bedengan-bedengan yg mengikuti kontour lahan. Lebar bedengan lumayan dibangun 100-120 cm, tinggi 20-30 cm serta jarak antar bedengan 30 cm. Parit-parit selebar 30 cm ini mampu menghindari terjadinya genangan air pada ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Setelah pembuatan bedengan rampung, langkah selanjutnya tinggal membikin celah tanam. Tiap bedengan mampu dibangun dua baris celah tanam dengan jarak tanam yg diubahsuaikan varietas kol yg akan ditanam. Bila akan menanam varietas singkat semacam Jade Cross atua Catskill, jarak tanam yg diambil 60 cm saja. Untuk varietas tinggi semacam Cambridge, jarak tanam yg dibangun kurang lebih 80 cm.

Ukuran celah tanam berdiameter 20 cm dengan kedalaman 15 cm. Tiap celah tanam diberi pupuk dasar semacam kompos alias pupuk sangkar yg telah matang sebanyak 2 genggam ditambah 5 gram NPK. Akan lebih baik ditambah 1 gram furadan untuk melenyapkan hama tanah. Setelah selesai, tinggal celah tanam dibiarkan terkena sinar matahari pribadi selagi 1-2 hari.

Penanaman serta pemeliharaan

Pilih bibit yg pertumbuhannya baik serta subur. Pengangkatan bibit kol brussel wajib hati-hati, jangan hingga perakaran tidak sedikit yg rusak. Bibit ditanam dengan seluruh tahap akar masuk ke dalam tanah serta daun-daun terbawahnya cocok terletak di atas permukaan tanah. Isi seluruh tahap ruang celah tanam dengan tanah hingga terisi penuh serta tanaman mampu berdiri tegak. Selanjutnya, padat-padatkan tanah dengan tangan. Bibit yg baru ditanam ini tetap butuh dilindungi dengan memberi naungan yg terbuat dari pelepah batang pisang.

Tanaman kol belia ini wajib mendapatkan air dalam jumlah cukup. Bila suhu udara begitu terik, penyiraman mampu dilakukan 2 kali sehari pada waktu pagi serta sore hari. Seiring perkembangan tanaman yg membesar, naungan mampu diangkat, tapi tetap diletakkan di tanah kurang lebih tanaman untuk melindungi tanah dari sengatan sinar matahari serta jatuhan air hujan. Untuk tanaman yg telah dewasa, penyiraman tidak dilakukan terlalu tidak jarang jikalau tanah terbukti sangatlah subur serta baik.

Jaga kebersihan kurang lebih lingkungan tumbuh tanaman. Lakukan penyiangan dengan cara rutin, pendangiran dengan cara hati-hati agar tanah tetap gembur. Untuk varietas yg sosoknya tinggi, beri ajir sebagai penyangga agar tidak gampang tumbang sebab terkena hembusan angin kencang alias sedang terjadi hujan sangat lebat.

Pemupukan
Hampir semua sayuran memperlukan pupuk dalam jumah yg banyak. Oleh sebab itu butuh diberi pupuk susulan. Bila tanaman tampak tumbuh subur, pada umur 1 minggu lumayan diberi pupuk NPK alias urea sebanyak 1 gram tiap tanaman. Namun, jikalau pertumbuhan tanaman tampak tidak lebih subur, pemupukan dilakukan lewat media tanam juga lewat daun sekaligus. Lewat media tanam mampu dengan tutorial menunjukkan pupuk NPK alias urea. Untuk pupuk daun dilakukan dengan tutorial penyemprotan yg diarahkan ke daun-daun tanaman.

Satu minggu seusai pemupukan pertama, tanaman diberi pupuk lagi dengan NPK alias urea sebanyak 4 gram tiap tanaman. Pada umur 4 minggu, tanaman diberi pupuk NPK alias ureas sebanyak 5 gram tiap tanaman. Bila tanaman tetap tampak tidak lebih subur, beri pupuk daun dengan tutorial penemprotan.

Saat tunas mulai terbentuk, beri amonium sulfat dengan interval pemberian 10-14 hari. Perlu diperhatikan, jikalau krop mulai terbentuk, pemberian pupuk nitrogen wajib dikurangi alias dihentikan sama sekali sebab pemberian nitrogen yg berlebih akan menyebabkan kerontokan krop.

Hama serta penyakit
Penyakit yg tidak jarang menyerang tanaman kol brussel sprout yaitu noda hitam. Penyakit ini akan menyerang lembaran-lembaran daun yg membentuk krop. Bila terlanjur terserang akan berakibat krop penuh noda berbentuk lingkaran serta berbintik hitam jadi pada akhirnya tidak mampu dipanen sebab rusak berat. Daun-daun tanaman yg terserang akan menguning serta pertumbuhan tanaman melambat. Bila penyakit terlanjur telah menjangkiti tanaman, segera saja dicabut serta dibakar agar tidak menulari tanaman lainnya.

Penyakit lain semacam basi hitam, basi lunak berair, cincin hitam serta nematoda mampu dicegah dengan tutorial pemilihan benih tahan penyakit, melakukan rotasi penanaman, menerapkan sistem pemeliharaan serta sistem drainase yg baik. Untuk melenyapkan hama semacam siput, serangga, ulat serta kutu aphis mampu dibasmi dengan tutorial manual. Terkecuali telah sangat begitu mengganggu, baru melakukan penyemprotan insektisida semacam diazinon, malathion alias sevin.

Terkadang kol brussel sprout menghasilkan krop yg terbuka serta berdaun tidak sedikit sebagai pengganti krop yg lingkaran serta kompak. Tunas semacam ini wajib dibuang. Penyebab terbentuknya tunas ini sebab kekurangan kandungan bahan organik di dalam tanah, pengolahan tanah yg tidak lebih baik, penanaman yg tidak lebih kokoh, kekurangan air serta jarak tanam yg terlalu rapat.

Pemanenan

Kol brussel sprout telah mampu dipanen pada umur 5-7 bulan semenjak semai yg tergantung juga varietasnya. Krop yg melekat di tahap tunas telah membesar serta lumayan rapat kelopaknya. Krop yg akan dipanen dimulai dari yg letaknya di tahap bawah dulu semakin mengarah ke atas. Kol mungil ini mampu tahan selagi 7 minggu di ruang penyimpanan. Produktivitas per hektar mampu mencapai 6-8 ton.

0 Response to "CARA BUDIDAYA KOL BRUSSEL SPROUT ( KOL MINI )"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel